1. TURKI
Festival Gula atau Seker Bayram merupakan nama untuk Idul Fitri bagi orang Turki. Kemungkinan sebutan ini muncul karena tradisi mereka saling mengantarkan manisan di hari raya Idul Fitri. Seperti tradisi sungkem di Indonesia, anak-anak di sana juga bersalaman dan sungkem kepada orangtua. Kemudian orangtua membalas dengan ciuman di kedua pipi sebagai simbol kasih sayang. Setelah itu, anak-anak pun mendapatkan hadiah berupa koin uang, permen, atau manisan.
2. UNI EMIRAT ARAB
Sementara itu, di Uni Emirat Arab, lelaki menggunakan thoub atau baju tradisional berupa jubah panjang berwarna putih lengkap dengan selendang ogal. Adapun perempuannya melukiskan henna di tangan mereka. Aneka hadiah dibagikan. Orang dewasa memberikan hadiah kepada sesamanya. Seperti di Indonesia, anak-anak mendapatkan uang dari orang yang lebih dewasa.
3. IRAN
Di Iran, Idul Fitri disebut sebagai Eyde Fetr. Aneka hidangan yang terbuat dari daging disajikan di hari ini.
Bahan daging yang biasa dipakai adalah domba dan sapi. Sesuai tradisi,
masyarakat Iran tak hanya menikmati hidangan itu sendiri, tetapi juga
memberikan makanan kepada orang-orang tak mampu.
4. AFRIKA SELATAN
Setiap tahun orang-orang akan berkumpul di Green Point, Cape Town, Afrika Selatan. Mereka berkumpul untuk melihat bulan
di hari terakhir Ramadhan. Menjelang berbuka puasa, mereka sudah
berkumpul bersama kerabat sambil asyik berbincang-bincang, menunggu
munculnya bulan. Setelah azan maghrib dikumandangkan, bulan yang muncul pun diumumkan. Di hari Idul Fitri, warga melaksanakan shalat Id, dilanjutkan berkunjung ke rumah keluarga.
5. MALAYSIA
Bagaimana dengan negara jiran Malaysia? Tradisi merayakan
Lebaran di negeri tetangga itu ternyata tak jauh berbeda dari masyarakat
di Indonesia. Malah bisa dibilang sangat mirip. Sebagai hidangan khas,
masyarakat Malaysia makan ketupat, lemang, lontong, dan rendang. Setelah
shalat Id, mereka berziarah ke makam kerabat. Di rumah, anak-anak akan
memberikan hormat kepada orangtua. Orang yang sudah dewasa dan
berpenghasilan memberikan uang kepada kerabat yang lebih muda.
6. INDIA
Sebagai agama terbesar kedua, di India orang-orang
akan berkumpul di Jama Masjid yang terletak di New Delhi untuk
melakukan shalat Id. Masjid ini menjadi pusat perayaan Idul Fitri di New
Delhi, ibu kota India. Mereka juga menyiapkan hidangan khusus yang
disebut dengan siwaiyaan, yakni campuran bihun manis dengan buah kering dan susu. Siwaiyaan hadir dalam beragam bentuk dan warna.
7. FIJI
Di negara kecil Fiji pun terdapat tradisi serupa. Meskipun mayoritas penduduk Fiji bukanlah beragama Islam, mamun ada sebuah tradisi unik dalam perayaan Idul Fitri di negara ini. Di Fiji, hidangan spesial khas Idul Fitri adalah samai, mi manis yang dicampur dengan susu. Samai
disajikan bersama samosas, sejenis kari ayam atau daging. Uniknya,
hanya kaum pria yang datang ke masjid untuk shalat Id. Di beberapa
bagian di Fiji, perempuan tidak pergi ke masjid.
8.AMERIKA, INGGRIS DAN NEGARA DI EROPA
Para pendatang beragama Islam di Amerika Serikat, Inggris, dan
Kanada membawa tradisi perayaan Idul Fitri ke negara-negara tersebut.
Sama seperti di Indonesia, makan bersama dilakukan setelah shalat Id.
Tak terlupa baju baru untuk menyambut hari kemenangan.Rendy Adrikni Sadikin/Mizan.com, Dari Berbagai Sumber
0 komentar :
Posting Komentar